Abang Rifki Jadi Penentu Akhir! Siapa Pemenang Belanja 43 Detik? (Episode 3)

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: youtube/@ownerjestham
Sumber: youtube/@ownerjestham

Abang Rifki Jadi Penentu Akhir! Siapa Pemenang Belanja 43 Detik? (Episode 3)

Denpasar, Kota Bali - (11/09/25) Giliran terakhir yang paling dinantikan akhirnya tiba! Saatnya Abang Rifki menunjukkan kelincahannya dalam menjalani tantangan belanja 43 detik bersama Jestham! Sebagai seorang perantau, Rifki tak hanya berjuang untuk mandiri dan membantu keluarga di kampung, tetapi juga punya kisah setia dengan sang pacar yang bikin penasaran! Siap-siap terhibur dengan cerita dan energinya!



Di balik semangatnya, tersimpan kisah seorang perantau berusia 20 tahun asal Bandung yang telah hidup mandiri selama setahun. Saat ditanya perasaannya merantau, Rifki dengan polos menjawab, "Oh, ternyata bisa, gitu." Pengalaman bekerja sejak zaman sekolah dan merantau ke luar kota sebelumnya memberinya bekal untuk mencoba peruntungan yang lebih jauh, hingga ke luar pulau. Kerja kerasnya selama setahun di perantauan inilah yang membuatnya siap menghadapi tantangan belanja kilat ini.



Tantangan pun dimulai dengan start yang kocak. Alih-alih mencari keranjang, Rifki justru mengambil container besar sebagai wadah belanjaannya, sebuah tindakan yang langsung menunjukkan ambisinya! Dengan hitungan "1, 2, 3!", Rifki melesat bak pelari sprint. Strateginya jelas, Ia langsung menuju rak mi instan. Dengan gerakan cepat, Ia memborong Indomie, diikuti oleh berbagai kecap, dan yang paling mencuri perhatian adalah Samyang. Fokusnya pada mi pedas Korea itu ternyata bukan tanpa alasan.



Di sela-sela kecepatannya yang membuat napasnya terengah-engah, terselip sebuah cerita manis. Ternyata, Samyang adalah favorit sang kekasih hati. Dalam kesibukan dan tekanan waktu, pikiran Rifki tetap melayang kepada pacarnya. Dengan malu-malu namun penuh perasaan, Ia menyampaikan pesan singkat untuknya, "Sehat-sehat selalu dan I love you." Momen ini mencairkan ketegangan dan menunjukkan sisi romantis dari abang yang energik ini.



Tidak hanya setia pada pacar, Rifki juga adalah seorang anak dan kakak yang sangat bertanggung jawab. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara dengan adik yang masih duduk di bangku SD, Ia bekerja bukan hanya untuk diri sendiri. Dengan tulus Ia bercerita bahwa tabungannya juga dikirim untuk membantu membangun rumah keluarganya di kampung. Perjuangannya sebagai perantau benar-benar demi masa depan keluarga.


Berjuang dan Mengejar Mimpi di Usia Muda
Berjuang dan Mengejar Mimpi di Usia Muda

Dengan mata berkaca-kaca, Rifki menyampaikan pesan haru untuk orang tuanya, "Maaf ya, di sini belum bisa ngasih yang terbaik buat yang di rumah." Kalimat sederhana ini menggambarkan kerendahan hati dan tekad besar seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya. Ia juga menyemangati adiknya untuk terus giat sekolah. Pesan penutupnya singkat namun dalam, "Intinya sayang keluarga."



Dengan penuh semangat, Jestham mendoakan agar rezeki Rifki selalu lancar. Kini, pertanyaan besarnya adalah, Di antara ketiga abang yang sudah menjalani misi, kira-kira siapa ya yang berhasil mengumpulkan barang kebutuhan pokok terbanyak? Apakah Abang Diki, Abang Danu, atau justru Abang Rifki yang dengan strategi container-nya ini menjadi dark horse?


Solidaritas Tanpa Batas 3 Abang Minimarket
Solidaritas Tanpa Batas 3 Abang Minimarket

Tebakan kalian sangat dinantikan di kolom komentar! Jadi, jangan sampai kelewatan momen penentuan dan keharuan dalam episode terakhir ini. Tonton langsung keseruannya dan saksikan sendiri bagaimana perjuangan dan ketulusan hati Abang Rifki merebut perhatian semua orang, klik tautan dibawah yaa!