Bukan Target Biasa: Momen Haru Jestham Traktir Bapak Ojol Langganan, Borongan 2 Menit Demi 5 Anak di Rumah

Bukan Target Biasa: Momen Haru Jestham Traktir Bapak Ojol Langganan, Borongan 2 Menit Demi 5 Anak di Rumah
Kota Medan, Sumatera Utara - (11/02/26) Jestham kembali menghadirkan aksi traktir yang tak kalah seru dari sebelumnya. targetnya kali ini seorang Bapak ojek online yang sudah sangat familiar dengannya. Begitu tiba di lokasi dan menyadari siapa yang akan Ia temui, sang Bapak pun langsung sumringah dan tak sungkan mengaku bahwa Ia adalah pengikut setia konten-konten Jestham. Suasana hangat dan akrab pun langsung tercipta.
Karena sudah sangat familiar, Bapak ojol ini pun hafal betul dengan "paket komplit" misi traktir Jestham. Tanpa basa-basi, Jestham langsung mengajaknya masuk ke Indomaret terdekat dan memberinya tantangan yang sudah dinanti-nantikan, berbelanja sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat, hanya 2 menit! Dengan semangat membara, Bapak ini pun berlari-lari kecil di antara rak-rak toko. "Beras, sabun, telur," sebutnya cepat saat ditanya kebutuhan utama. Jestham pun tak kalah heboh, terus memberikan arahan dari belakang, "Yang banyak, Pak! Telur, telur! Minyak, minyak!" Teriakan mereka memenuhi toko, menciptakan suasana riuh namun penuh kehangatan.

Dalam tempo 2 menit, keranjang belanja Bapak itu telah penuh sesak dengan berbagai bahan pokok. Mulai dari beras, telur dalam jumlah banyak, minyak goreng, hingga mi instan. Semua Ia ambil dengan cepat, seolah sudah hafal betul apa saja yang paling dibutuhkan keluarganya. Jestham yang melihat semangatnya pun semakin antusias, bahkan ikut membantu menunjukkan barang-barang yang mungkin terlewat.
Di balik keseruan belanja itu, terselip cerita perjuangan yang sangat mengharukan. Bapak beranak lima ini mengaku bahwa menjadi seorang ayah adalah peran yang penuh tantangan, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan keluarga. Ia bercerita tentang kesehariannya sebagai ojol yang harus membagi waktu antara mencari nafkah dan keluarga. "Penuhin kebutuhan lah, Ci. Harus dipenuhi sebagai kepala keluarga," ungkapnya dengan nada tegas namun lembut. Tak hanya kebutuhan sehari-hari, Ia juga harus menyisihkan pendapatan untuk membayar kontrakan rumah.

Ada satu cerita menarik yang membuat Jestham terenyuh. Sang Bapak mengaku sering melihat-lihat konten Jestham di ponselnya, tetapi tak pernah menyangka akan bertemu langsung. Bahkan, istrinya sempat bertanya apakah Ia pernah bertemu dengan kreator konten yang sering Ia tonton. "Enggak pernah jumpa. Saya bilang enggak pernah jumpa," ujarnya tersipu. Ia juga menambahkan, biasanya Ia hanya bisa melihat dari layar ponsel, berpikir dalam hati, "Ih, ini ibu ini Jesslim atau siapa, ya?" Kebetulan ini benar-benar menjadi pengalaman pertama yang tak terlupakan baginya.
Saat ditanya pesan untuk kelima anaknya, mata Bapak ini berkaca-kaca. Ia berharap kelak bisa mewujudkan semua cita-cita mereka. "Semoga apa yang mereka cita-citakan, ya bisa nanti saya wujudkan," tuturnya penuh harap. Baginya, menjadi orang tua adalah tentang usaha tanpa henti, meski pendapatan sebagai ojol tak menentu. Ia percaya bahwa rezeki yang diperolehnya adalah hasil dari kerja keras untuk membahagiakan orang-orang tercinta di rumah.

Di akhir pertemuan, Jestham memberikan sejumlah uang tunai sebagai rezeki tambahan untuk keluarga. "Jarang jalan-jalan sama keluarga ya? Ini rezeki tambahan, mana tahu mau bawa anak-anak jalan-jalan," ujar Jestham sambil memberikan amplop. Bapak itu pun hanya bisa mengucapkan syukur dan terima kasih yang tak terhingga. Momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa di balik layar kaca, ada perjuangan nyata para orang tua yang tak kenal lelah, dan sebuah kebaikan kecil bisa menjadi berkah besar bagi mereka yang sedang berjuang.







