Jestham Traktir Spesial: Abang Parkir Dapat Rezeki Kedua, Hati Terharu!

Jestham Traktir Spesial: Abang Parkir Dapat Rezeki Kedua, Hati Terharu!
Pulo Brayan, Kota Medan - (13/10/25) Dalam episode spesial Jestham Traktir kali ini, takdir kembali mempertemukan Jestham dengan seorang Abang parkir yang pernah dibantunya di masa lalu. Namun, berbeda dari konsep biasanya, Jestham dan tim justru turun langsung ke supermarket untuk mengumpulkan berbagai kebutuhan pokok secara lengkap. Dengan penuh semangat, mereka memenuhi keranjang belanja dengan beras, minyak, telur, gula, garam, mie instan, sarden, kecap, saus, roti, hingga kebutuhan rumah tangga seperti sabun cuci dan abon. Persiapan ini dilakukan sebelum mereka akhirnya bertemu kembali dengan sang Abang parkir.

Pertemuan pun terjadi. Saat semua barang belanjaan sudah terkumpul, Jestham menghampiri Abang parkir tersebut untuk memberikan kejutan. Raut wajahnya langsung berubah penuh keheranan dan rasa tak percaya. "Gak nyangka, Ci, apalagi sekarang kan sulit kali," ujarnya. Ia sama sekali tidak menyangka akan menerima rezeki untuk kedua kalinya dari orang yang sama. Momen kejutan ini menjadi pembuka bagi sebuah cerita hidup yang jauh lebih dalam dan mengharukan.
Di balik senyum sederhananya, tersimpan perjuangan hidup yang berat. Sebagai tulang punggung keluarga, Ia harus menafkahi keluarganya di tengah kondisi omset parkir yang semakin hari semakin berkurang. Beban hidupnya semakin berat karena Ia juga harus membiayai pengobatan sang ibu yang telah berusia 71 tahun dan sedang sakit-sakitan. "Mama lagi sakit," katanya dengan wajah yang penuh kepedihan.
Momen paling emosional terungkap ketika sang Abang parkir bercerita tentang doanya pada malam sebelumnya. Dengan suara bergetar, Ia berbagi, "Tadi malam memang kebetulan berdoa, Ya Allah, kabulkanlah permintaan saya, semoga dapat rezeki bisa membantu mama, jagain mama sementara di rumah sakit." Doanya adalah harapan agar ada rezeki untuk bisa menitipkan tempat parkirnya kepada orang lain sementara Ia menjaga ibunya yang harus dirawat di rumah sakit. Tanpa disangka, pertemuan dengan Jestham keesokan harinya adalah jawaban langsung dari doa yang dipanjatkannya dengan penuh harap.

Melihat ketulusan dan perjuangannya, Jestham tidak hanya memberikan semua barang belanjaan tersebut, tetapi juga memberikan tambahan bantuan finansial. Air mata bahagia dan rasa syukur pun tak terbendung lagi dari sang Abang. "Ya Rabbi, ya Allah, makasih banyak ya Allah," ucapnya sambil terisak. Ia merasa sangat terbantu karena bantuan itu datang tepat pada waktunya. Jestham pun memberikan semangat dan mendoakan yang terbaik untuk kesembuhan ibunya.
Ketika ditanya alasan mengapa Ia begitu menyayangi ibunya, sang Abang dengan mata berkaca-kaca berbagi nasihat berharga dari sang bunda. "Mama dari dulu selalu sayang sama anak-anak, ngajarin yang benar, yang baik. Kalau kita dalam senang, jangan terlalu nampak. Kalau tidak susah, jangan sampai tahu orang." Pesan-pesan bijak ibunya inilah yang terus memberinya kekuatan untuk tetap tegar menghadapi cobaan.
Episode Jestham Traktir kali ini bukan sekadar tentang memberi, tetapi tentang bukti nyata bahwa doa dan kebaikan tulus tidak pernah sia-sia. Kisah haru ini mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah, karena pertolongan Tuhan bisa datang dari mana saja, bahkan dari orang yang sama untuk kedua kalinya. Siapkan tisu dan saksikan momen penuh emosi ini sampai habis, karena hati Kamu pasti akan tersentuh.







