Ketika Rezeki Datang di Tengah Kesunyian: Kisah Abang Ojol yang Diberi Tantangan Belanja 2 Menit

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: youtube/@ownerjestham
Sumber: youtube/@ownerjestham

Ketika Rezeki Datang di Tengah Kesunyian: Kisah Abang Ojol yang Diberi Tantangan Belanja 2 Menit

Kota Medan, Sumatera Utara - (19/05/26) Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa rezeki tidak akan pernah salah waktu. Ungkapan itu benar-benar dirasakan oleh seorang abang ojek online yang sedang termenung sendirian. Suatu hari, ia terlihat duduk dengan wajah lesu, menunggu tetapi tidak ada satu pun pesanan yang masuk. Sepi. Di tengah kesunyian itu, seorang kreator bernama Jestham mendekatinya. Jestham bertanya apa yang sedang ia lakukan dan mengapa ia terdiam. Abang ojol itu pun menjawab jujur bahwa ia sedang menunggu orderan, namun sepi. Jestham lalu mengajaknya mengikuti mobil dari belakang. Tanpa banyak bertanya, abang ojol itu pun menurut, tidak menyadari bahwa sebuah kejutan manis sedang menantinya.



Setibanya di sebuah minimarket, Jestham menjelaskan bahwa perjalanan mereka telah sampai di tujuan. Abang ojol itu terkejut sekaligus senang. Ternyata ia sudah sering menonton konten Jestham dari ponselnya. Jestham kemudian menyampaikan bahwa ada rezeki dari Tuhan untuknya. Ia diberi tantangan untuk berbelanja di dalam toko selama dua menit. Semua barang boleh diambil sesuai keinginannya. Abang ojol itu awalnya tidak percaya dan bertanya apakah ia sedang bermimpi. Jestham meyakinkannya bahwa tantangan ini serius.



Sebelum tantangan dimulai, Jestham berkenalan lebih dekat. Nama abang ojol itu adalah Brian, usianya 29 tahun, dan ia belum menikah. Brian mengaku bahwa ia tinggal bersama orang tuanya di rumah. Jestham langsung merasa terharu mendengar cerita sederhana itu. Ketika ditanya kebutuhan apa yang paling penting di rumah, tanpa ragu Brian menjawab beras. Alasannya, di rumah ada lima orang yang harus ia dan orang tuanya beri makan. Dua menit, dimulai, Brian langsung berlari kecil menuju rak-rak yang berisi sembako.



Dua menit ternyata terasa sangat singkat. Jestham terus memberi arahan dari belakang, menyuruh Brian mengambil beras terlebih dahulu. Brian mengambil satu kantong beras, tetapi Jestham mengatakan itu kurang untuk lima orang, sehingga ia mengambil satu kantong lagi. Jestham terus menyemangati dan memintanya mengambil minyak goreng, sarden, serta Indomie. Brian berusaha bergerak secepat mungkin, meskipun sesekali ia terlihat panik. Jestham tetap berseru dari belakang, memintanya mengambil lebih banyak lagi.


Aksi Gercep Abang Ojol Belanja 2 Menit
Aksi Gercep Abang Ojol Belanja 2 Menit

Keranjang Brian kini sudah cukup penuh dengan beras, minyak, sarden, Indomie, sabun cuci, gula, kopi, dan telur. Jestham mengatakan bahwa semua barang itu akan dibayarkan. Wajah Brian tampak sangat terharu. Jestham bertanya mengapa ia terlihat begitu terkejut. Dengan suara yang sedikit bergetar, Brian menjawab bahwa ia berterima kasih kepada Jestham. Ia tidak pernah menyangka bisa bertemu langsung dan mendapatkan rezeki seperti ini, padahal biasanya ia hanya menonton konten-konten Jestham dari ponselnya.



Brian kemudian menceritakan kondisinya yang sebenarnya. Hari itu, sebelum bertemu Jestham, ia baru mendapatkan satu kali orderan. Ia mengaku bahwa orang tuanya sedang sakit, bapaknya kini menjalani terapi. Jestham pun meminta Brian menyampaikan sesuatu seandainya orang tuanya menonton video ini. Dengan suara yang mengharukan, Brian berkata bahwa selama ini ia belum bisa memberikan yang terbaik untuk orang tuanya. Pekerjaan sebagai ojek online adalah yang ia jalani sekarang. Ia berpesan kepada orang tuanya untuk selalu sabar dan terus berjuang. Ia juga berdoa agar kelak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Saat ditanya tentang pacar, Brian mengaku belum memilikinya. Ia pernah berpacaran tetapi kandas karena pasangannya dijodohkan. Kini ia lebih fokus bekerja, dan wujudkan cita-citanya.



Jestham yang mendengar semua itu ikut tersentuh. Ia lalu menawarkan kesempatan kepada Brian untuk mengirimkan lamaran kerja, siapa tahu ada lowangan yang cocok. Setelah itu, Jestham menyampaikan bahwa semua belanjaan Brian sudah dibayar. Bahkan Jestham memberikan tambahan uang ongkos agar Brian bisa membawa pulang barang-barang tersebut dengan mudah. Brian awalnya menolak, merasa sudah terlalu banyak diberi. Namun Jestham memastikan bahwa itu adalah pemberian yang tulus. Brian akhirnya menerima dengan mata yang berkaca-kaca. Ia berjanji akan menyampaikan kepada orang tuanya bahwa rezeki ini datang dari Jestham.



Kisah anak muda ojek online ini adalah gambaran sederhana tentang perjuangan seorang anak yang ingin berbakti kepada orang tua. Di tengah keterbatasan dan kesunyian menunggu orderan, ia tetap berusaha. Dan ketika rezeki datang, yang ia pikirkan pertama kali adalah beras untuk keluarganya. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebaikan sekecil apa pun dapat memberikan dampak yang besar bagi orang lain. Semoga Brian segera mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, semoga orang tuanya lekas sembuh, dan semoga kebaikan Jestham dibalas berlipat ganda. Karena pada akhirnya, rezeki memang tidak pernah salah waktu dan tempat.