Lebih dari Sekadar Siomay: Momen Haru di Balik Aksi Borong Jestham yang Menggetikan Hati

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: youtube/@ownerjestham
Sumber: youtube/@ownerjestham

Lebih dari Sekadar Siomay: Momen Haru di Balik Aksi Borong Jestham yang Menggetikan Hati

Kota Medan, Sumatera Utara - (25/12/25) Bayangkan reaksi haru seorang bapak penjual siomay ketika Jestham tiba-tiba muncul dan berniat membeli seluruh dagangannya! Interaksi mereka pun jadi luar biasa seru, mulai dari ekspresi bapak yang awalnya bingung hingga percakapan hangat penuh canda. Momen tak terduga ini terekam dalam sebuah video yang kini berhasil mencuri perhatian banyak orang, bukan hanya karena aksi borongnya, tetapi karena kehangatan dan kebaikan hati yang mengalir di sepanjang percakapan mereka.



Semua bermula ketika Jestham menghampiri gerobak siomay dan memulai percakapan sederhana. "Pak jualan? Jualan apa?" tanyanya ramah. Bapak itu menjawab dengan lugu, "Somai." Jestham lalu bertanya soal harga dan berapa lama biasanya Bapak itu berjualan hingga pulang ke rumah. Ternyata, sang Bapak biasa pulang hingga larut malam, sekitar jam 12.00. Melihat sisa dagangan yang tinggal sedikit, Jestham pun melontarkan pertanyaan yang mengubah segalanya, "Hari ini kalau pulang lebih cepat, saya borong semua. Mau enggak, Pak?"



Wajah Bapak penjual siomay itu langsung berbinar mendengar tawaran tersebut. Dengan penuh semangat Ia menjawab, "Ya maulah, Kak. Borong. Senanglah, Kak! Saya senang namanya diborong." Jestham tersenyum melihat antusiasme Bapak itu. Ketika ditanya berapa banyak sisa dagangannya, awalnya Bapak itu menyebut angka sekitar Rp50.000. Namun setelah dihitung ulang dengan jujur, ternyata jumlahnya mencapai sekitar Rp100.000. Jestham pun menawar sedikit dengan nada bersahabat, dan dengan sigap Bapak itu mengizinkannya. "Boleh, boleh, boleh," katanya cepat, tak ingin kehilangan rezeki yang datang begitu istimewa.



Di sela-sela proses pembungkusan, Jestham mulai menggali lebih dalam tentang keseharian Bapak itu. Ia bertanya berapa penghasilan maksimal dalam sehari. Dengan polosnya, Bapak penjual siomay itu menjawab, "Paling banyak gaji saya 100, itulah udah banyak kali." Jestham kemudian bertanya untuk apa Ia begitu bersemangat berjualan. Pertanyaan sederhana ini membuka sedikit tabir perjuangan hidupnya. "Ya, buat anak, listrik di rumah," jawabnya dengan suara lirih penuh makna. Sebuah jawaban yang langsung menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya.



Namun, kejutan sesungguhnya belum berakhir. Setelah semua siomay terbungkus rapi, Jestham memberikan arahan yang tak terduga. "Nanti Bapak bagi-bagiin ke orang-orang aja boleh?" pintanya dengan lembut. Bapak itu mengangguk setuju sambil tersenyum lebar. Jestham menambahkan, "Nanti siapa mau, Bapak bagi-bagi aja." Ternyata, Jestham tidak membawa pulang semua siomay itu untuk dirinya sendiri. Ia justru memberi kesempatan kepada Bapak penjual siomay untuk menjadi perantara kebaikan dengan membagikannya kepada orang-orang di sekitar.



Aksi mulia ini membuat momen tersebut semakin mengharukan. Jestham tidak hanya meringankan beban Bapak penjual siomay dengan memborong dagangannya dan mengizinkannya pulang lebih cepat, tetapi juga memberinya kebahagiaan untuk berbagi dengan sesama. Bapak itu akan pulang dengan tangan kosong secara materi, namun hatinya pasti dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan yang tak ternilai. Momen ini mengajarkan bahwa kebaikan sejati bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menciptakan riak-riak kebaikan yang bisa terus menyebar.



Sebelum berpisah, Jestham pamit dan mendoakan Bapak itu dengan tulus. "Bapak sehat-sehat ya selalu ya. Lancar rezekinya ya." Dengan mata yang berkaca-kaca karena haru, Bapak penjual siomay itu membalas doanya dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Cerita ini menjadi pengingat bahwa di tengah kerasnya kehidupan, masih ada orang-orang baik seperti Jestham yang peduli dan berbagi kebahagiaan dengan cara yang sederhana namun begitu bermakna. Sebuah momen yang membuktikan bahwa kebaikan sekecil apa pun bisa menjadi cahaya bagi sesama.



momen cerita ini menjadi pengingat bahwa ditengah kerasnya kehidupan, masih ada orang-orang baik seperti jestham yang peduli dan berbagi kebahagiaan dengan cara yang sederhana namun begitu bermakna. sebuah moneb yang membuktikan bahwa kebaikan sekecil apapun bisa menjadi cahaya bagi sesama.