Sebuah Senyum, Sebuah Harapan: Kebahagiaan yang Terus Berbagi di Kantor JÈSTHAM

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sebuah Senyum, Sebuah Harapan: Kebahagiaan yang Terus Berbagi di Kantor JÈSTHAM
Sebuah Senyum, Sebuah Harapan: Kebahagiaan yang Terus Berbagi di Kantor JÈSTHAM

Sebuah Senyum, Sebuah Harapan: Kebahagiaan yang Terus Berbagi di Kantor JÈSTHAM

Pulo Brayan, Kota Medan - (17/09/25) Di balik dinding kantor yang biasanya dipenuhi oleh konsentrasi dan dedikasi, suatu hari diwarnai oleh riuh rendah sukacita yang menyambut kehadiran seorang pemimpin yang tidak hanya membawa visi, tetapi juga kepedulian. Cici Jestham hadir di tengah-tengah karyawannya, bagai embun penyejuk di tengah terik, membawa serta pesona dan rezeki yang ditunggu-tunggu. Suasana yang biasanya hening oleh deru mesin dan tumpukan paket, seketika berubah menjadi lautan keceriaan dan antusiasme.



“Kita mau bagi-bagi lagi di JÈSTHAM!” sapa Cici Jestham, disambut gemuruh sorak gembira dari seluruh keluarga besar JÈSTHAM. Dalam balutan semangatnya yang khas, Ia pun mulai berkeliling, menyusuri setiap sudut disela-sela tumpukan paket dengan senyum yang tak pernah pudar. Dengan sejumlah lembaran rezeki yang telah tersedia di genggamannya, Ia menyambangi satu per satu karyawannya yang sedang tekun bekerja. “Nah! Setengah jetong!” ucapnya dengan logat Medan yang hangat dan penuh semangat, menghadirkan tawa dan rasa syukur di setiap langkahnya.



Perjalanan kebahagiaan itu berlanjut kepada Kak Susi, salah satu karyawan setia yang sedang menantikan kelahiran buah hatinya. Jestham tidak hanya memberinya rezeki, tetapi juga memberikan perhatian lebih yang tulus. “Untuk beli susu bumil,” katanya, sebuah bentuk perhatian sederhana yang terasa begitu dalam. Jestham, yang juga sedang berbahagia menanti momongan, dengan ceria berbagi kebahagiaannya, “Ada yang bisa tebak nggak Cici Jestham sudah mengandung berapa bulan?” tanyanya, semakin meriahkan suasana.


Cici Jestham (Jesica Thamrin) dan Debora
Cici Jestham (Jesica Thamrin) dan Debora

Namun, roda kehidupan selalu berputar antara tawa dan haru. Cici Jestham pun berhenti di hadapan Debora, seorang karyawan lain yang telah lama mengabdi. Percakapan singkat pun terjalin, membuka sebuah cerita kesedihan yang baru saja menimpanya. Adik kandung Debora baru saja berpulang setelah berjuang melawan penyakit liver, meninggalkan duka dan sebuah amanah untuk menjaga anak semata wayangnya. Hawa haru pun menyelimuti ruangan, namun segera digantikan oleh kehangatan pelukan dan dukungan dari seluruh keluarga JÈSTHAM, dengan Cici Jestham di tengah-tengahnya, memberikan pelukan dan rezeki sebagai bentuk kekuatan di saat yang sulit. Sebuah pemandangan hangat yang selalu saling mendukung satu sama lain layaknya keluarga.



Suasana kemudian kembali ceria ketika giliran Nova, yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Dengan wajahnya yang glowing, Nova menjadi bukti nyata produk JÈSTHAM. “Pakai JÈSTHAM, ci!” jawabnya penuh antusias saat ditanya rahasia kecantikannya. Cici Jestham pun dengan senang hati membagikan rezeki, sambil tak lupa mengingatkan dengan santun, “Jangan suka retur, yaaa,” pesannya untuk semua pelanggan tercinta.



Di puncak kebahagiaan itu, Cici Jestham menyampaikan rasa terima kasihnya yang terdalam. “Terima kasih untuk kalian semua, berkat kalian juga JÈSTHAM bisa membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas,” ujarnya. Sebuah fakta membanggakan terungkap dari Bu Juwita, total tim packing kini hampir mencapai 50 orang lebih. “Terima kasih untuk semuanya, semoga paket-paket yang dikirim ke kalian juga berkah untuk semuanya ya,” tambah Cici Jestham, menegaskan bahwa setiap paket adalah untaian doa dan rezeki yang berputar.



Kebahagiaan itu semakin lengkap dengan kehadiran keluarga besar JÈSTHAM yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Sebagai anak rantau, mereka menyampaikan pesan haru untuk orang tua di kampung halaman, “Semoga orang tua sehat selalu.” Cici Jestham, dengan penuh kebanggaan, memberikan dukungan dan semangat kepada mereka, “Semangat yaa? Nanti pulang bawa uang yang banyak ke kampung halaman di NTT. Oke?” Sebuah janji dan harapan untuk membanggakan keluarga, disematkan dengan penuh kasih.



Pada akhirnya, momen ini adalah pengingat bahwa JÈSTHAM bukan sekadar tempat bekerja, melainkan sebuah keluarga yang saling menguatkan, berbagi, dan tumbuh bersama. Di setiap lembaran rezeki yang dibagikan, terselip doa dan harapan untuk kebahagiaan yang lebih besar. Sebuah bukti bahwa ketika niat tulus untuk berbagi disematkan, kebahagiaan itu akan berlipat ganda, membawa berkah bagi yang memberi dan yang menerima. SEMANGAT!