Syok! Minyak Goreng Cuma Seribu, Tapi Kejutannya Lebih Gede dari Itu

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: youtube/@ownerjestham
Sumber: youtube/@ownerjestham

Syok! Minyak Goreng Cuma Seribu, Tapi Kejutannya Lebih Gede dari Itu

Kota Medan, Sumatera Utara - (30/06/25) Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, aksi Jestham menjual minyak goreng seharga Rp1.000 menjadi angin segar bagi banyak orang. Misi berbagi nya kali ini dilakukan dengan cara yang berbeda, driver ojek online, tukang becak, hingga pedagang kecil yang menjadi targetnya pun tak bisa menyembunyikan keheranan dan kebahagiaan mereka saat mendapatkan tawaran tak terduga ini. Sebuah gestur sederhana yang mampu menghangatkan hari banyak orang.



Di balik angka Rp1.000 yang terkesan sederhana, tersimpan kejutan manis. Setiap orang yang membeli minyak goreng ini tak hanya mendapatkan barang dagangan, melainkan juga rezeki tambahan yang diberikan Jestham dengan penuh keikhlasan. Ia secara khusus memilih target-target yang menurutnya pantas mendapat perhatian lebih, para pejuang kehidupan yang gigih bekerja untuk orang-orang tersayang.



Senyum Kebahagiaan Pejuang Kaki Lima
Senyum Kebahagiaan Pejuang Kaki Lima


Aksi ini bukan tentang transaksi jual beli semata, melainkan tentang menebar kebaikan kepada mereka yang jarang mendapat perhatian. Tukang becak yang berjuang menyekolahkan anaknya, pedagang kecil yang berusaha menghidupi keluarga, atau driver ojek yang tak kenal lelah mencari nafkah, merekalah yang menjadi sasaran perhatian Jestham.



Setiap pemberian yang dilakukan Jestham mengandung makna mendalam. Bukan sekadar nominal materi, melainkan pengakuan atas perjuangan mereka dan harapan agar bisa sedikit meringankan beban. Dengan cara sederhana namun penuh makna ini, Jestham membuktikan bahwa kebahagiaan sesungguhnya terletak pada kemampuan untuk membahagiakan orang lain.



Dalam kesederhanaannya, aksi Jestham ini layaknya benih kebaikan yang suatu saat akan bertumbuh. Setiap senyum yang Ia tebarkan hari ini mungkin akan menjadi inspirasi bagi kebaikan-kebaikan lain di masa depan. Bukankah beginilah seharusnya hidup yang saling mengingatkan bahwa di balik kesibukan duniawi, kita tetap bisa menjadi cahaya bagi sesama?