Berawal dari Beras Dua Ribu, Berakhir dengan Belanja Sepuasnya

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: tiktok/@jesicathamrin
Sumber: tiktok/@jesicathamrin

Berawal dari Beras Dua Ribu, Berakhir dengan Belanja Sepuasnya

Kota Medan, Sumatera Utara - (11/03/26) Jessica Thamrin, atau yang biasa dipanggil Jestham, melakukan aksi sosial yang sederhana tapi sangat berarti. Ia bertemu dengan seorang kakek tua pengayuh becak yang pernah dibagikan beras dua ribuan beberapa hari sebelumnya. Jestham kemudian mengajak kakek tersebut untuk berbelanja kebutuhan pokok sepuasnya di sebuah minimarket.



Awal pertemuan mereka terjadi saat Jestham melihat kakek itu sedang duduk di dekat becaknya. Ia langsung menghampiri dan bertanya apakah sang kakek masih ingat dengannya. "Pak, kemarin ada jumpa suami saya ya yang bagi beras dua ribu?" tanya Jestham. Kakek itu mengangguk. Jestham kemudian menawarkan untuk membelanjakan kakek tersebut. "Hari ini saya ada rezeki mau belanjain Bapak sepuasnya. Mau nggak?" tawar Jestham. Kakek itu pun menjawab dengan penuh syukur, "Alhamdulillah."



Saat memasuki toko, Jestham mulai mengobrol dengan kakek untuk mengetahui kebutuhannya. Ia bertanya umur sang kakek. Ternyata usianya sudah 90 tahun, jauh lebih tua dari perkiraan Jestham. "Waduh, panjang umur Bapak ya," ucap Jestham sambil tersenyum. Kakek itu hanya tersenyum malu. Jestham juga bertanya berapa jumlah anggota keluarga di rumah. Kakek menjawab ada enam orang yang tinggal bersamanya.



Ketika ditari mau beli apa, dengan polos kakek itu menjawab ingin membeli beras untuk anak-anaknya di rumah. Jestham pun langsung mengambilkan karung beras. Ia tidak pelit saat menuang beras ke dalam plastik, meskipun kakek beberapa kali mengatakan "jangan banyak-banyak". Jestham tetap menambahkannya karena tahu kebutuhan untuk enam orang pasti besar. "Enggak apa-apa, rezeki ya Pak," ujar Jestham setiap kali kakeknya keberatan.



Tidak hanya beras, Jestham juga mengambilkan minyak goreng dan sarden kaleng. Kakek itu terus mengucap terima kasih dan terlihat tidak menyangka akan mendapat rezeki sebanyak itu. Jestham dengan sabar menemani kakek berkeliling pada setiap rak belanja sambil terus mengobrol. Ia terlihat sangat menikmati momen berbagi dengan kakek tua yang ramah tersebut.



Dalam perbincangan, Jestham juga menanyakan kebiasaan kakek. Ternyata selama hidupnya, kakek tidak pernah merokok. Sejak kecil orang tuanya sudah melarang dan saat sekolah juga dilarang merokok. Kakek juga bercerita bahwa ia sudah menarik becak sejak tahun 1967, jauh sebelum Jestham lahir. Kini di usianya yang sudah sangat tua, menarik becak terasa makin berat dan penghasilannya makin sedikit.



Jestham kemudian bertanya soal baju Lebaran. Kakek mengaku belum punya rencana membeli karena biasa dapat baju dari pemberian orang. Jestham pun memberikan sedikit rezeki tambahan untuk kebutuhan menyambut hari raya. Namun dengan tulus, kakek berkata uang itu mau dipakai untuk anak dan cucunya. Sikap kakek yang selalu memikirkan keluarga ini membuat Jestham makin kagum.



Sebelum berpisah, kakek bertanya nama lengkap Jestham. "Nama saya Jessica Thamrin, biasa dipanggil Jestham," jawabnya. Kakek itu kemudian mendoakan agar Jestham selalu diberi rezeki dan pahala yang berlimpah. Jestham pun mengucapkan terima kasih dan pamit pulang. Pertemuan sederhana ini mengajarkan bahwa berbagi kebahagiaan dengan orang lain tidak harus menunggu kaya. Yang terpenting adalah ketulusan hati untuk membantu sesama.