Misi Traktir Jestham: Dua Menit Belanja untuk Jihan Sang Anak Sulung

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: youtube/@ownerjestham
Sumber: youtube/@ownerjestham

Misi Traktir Jestham: Dua Menit Belanja untuk Jihan Sang Anak Sulung

Kota Medan, Sumatera Utara - (25/06/26) Jihan, seorang gadis muda yang merupakan karyawan Indomaret, mendapatkan kesempatan dari Jestham untuk mengikuti tantangan belanja sembako gratis sepuasnya. Namun, tantangan ini tidaklah mudah karena ia hanya diberikan waktu dua menit untuk mengambil barang sebanyak mungkin. Dengan semangat dan keceriaan, Jihan pun langsung bergerak cepat memanfaatkan kesempatan tersebut.



Saat ditanya apa kebutuhan yang paling penting, jawaban Jihan langsung mengarah pada keluarga. "Beras. Untuk mama," ujarnya tanpa ragu. Dalam dua menit itu, dengan bantuan Jestham, Jihan berusaha mengambil barang sebanyak mungkin. Beras, minyak goreng, gula, telur, dan mi instan dengan cepat memenuhi keranjang. Semangatnya begitu membara sampai Jestham bercanda bahwa ia seolah-olah hendak membuka warung.



Setelah belanja, Jestham mengobrol lebih lanjut dengan Jihan. Ternyata, di balik keceriaannya, ia menyimpan kisah perjuangan yang berat. Jihan adalah anak pertama dari lima bersaudara. Sejak lulus sekolah, ia harus menjadi tulang punggung keluarga karena sang ibu lebih dominan berjuang dibandingkan ayah yang bekerja serabutan. Sebagian besar gajinya ia sisihkan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah tiga adiknya yang masih duduk di bangku sekolah.



Jihan juga bercerita tentang perannya sebagai anak sulung. Ia merasa harus menjadi panutan dan membantu menyelesaikan setiap masalah keluarga. "Harus jadi kayak panutan untuk adik-adik gitu. Terus ya apapun masalah keluarga ya kita juga bantu," ungkapnya dengan nada mantap. Di usianya yang masih muda, beban ekonomi keluarga sudah ia tanggung sendiri tanpa mengeluh.



Momen paling mengharukan terjadi ketika Jestham meminta Jihan menyampaikan pesan untuk sang ibu. Dengan mata berkaca-kaca, ia berkata, "Ma, ini Jihan, bahagia selalu ya Ma. Jihan sayang Mama sampai selamanya. Walaupun Jihan kadang sering ribut sama Mama, Jihan tetap sayang Mama kok." Pesan sederhana itu menunjukkan betapa besar cinta dan rasa hormatnya kepada sang ibu yang telah berjuang keras.



Meskipun begitu, Jihan mengaku sempat menyimpan jarak dengan ayahnya karena peran yang minim dalam hidupnya. Namun, Jestham memberikan nasihat bijak agar Jihan memaafkan dan tetap menghormati ayahnya. "Mengampuni orang tua tidak ada ruginya sama sekali. Jalan kita makin lancar," ujar Jestham. Jihan pun tersadar dan berjanji akan tetap menyayangi kedua orang tuanya.



Di akhir pertemuan, Jihan berpesan kepada adik-adiknya agar patuh kepada orang tua, rajin belajar, dan tidak pernah menjauh dari Tuhan. "Pokoknya jangan jauh dari Tuhan. Selalu ingat salat lima waktu," pesannya penuh nasihat. Jestham pun menutup pertemuan dengan doa dan semoga belanjaan ini berkah untuk Jihan sekeluarga.



Kisah ini mengingatkan kita bahwa di sekitar kita, banyak anak muda yang berjuang keras dengan penuh tanggung jawab. Sebuah kebaikan kecil, seperti kesempatan dua menit belanja gratis dari Jestham, bisa sangat berarti untuk meringankan beban mereka dan mendengar cerita hidup mereka.