Dua Menit yang Mengubah Hari: Rezeki Tak Terduga untuk Seorang Ayah yang Berjuang

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: youtube/@ownerjestham
Sumber: youtube/@ownerjestham

Dua Menit yang Mengubah Hari: Rezeki Tak Terduga untuk Seorang Ayah yang Berjuang

Kota Medan, Sumatera Utara - (24/05/26) Di tengah kesibukan kota yang tak pernah tidur, seorang Abang pengemudi ojek online berdiri termenung di sebuah supermarket. Hari itu terasa sepi orderan. Ia hanya bisa menghela napas ketika Jestham bertanya, "Bang, ada orderan belum?" Dengan jujur ia menjawab, "Belum. Sepi, Ci." Namun tak disangka, Jestham memberikan tawaran yang membuatnya tersentak, "Saya ada rezeki dari Tuhan, belanja sepuasnya 2 menit. Mau enggak?" Tanpa pikir panjang, ia menjawab, "Mau." Momen itu menjadi titik balik dari harinya yang suram.



Begitu memasuki toko, Abang itu langsung bertindak cepat. Ketika ditanya kebutuhan rumah paling penting, ia tegas menjawab beras dan sembako. Namun, sebagai ayah dari tiga orang anak, pikirannya segera melayang pada kebutuhan buah hatinya. "Anak ada anak kecil, ada yang 1 tahun sama yang 5 tahun," katanya sambil bergegas mengambil susu dan beras dalam jumlah banyak. Jestham pun memberinya durasi dua menit penuh untuk mengambil apa saja yang ia inginkan.



Dua menit yang terasa seperti sekejap mata itu pun dimanfaatkan dengan maksimal. Abang itu berlari-lari di antara rak-rak sembari terus memasukkan barang kedalam keranjang. Bahkan ia sempat memastikan ukuran pampers yang tepat untuk anaknya. Semua dilakukan dengan penuh semangat, karena ia tahu, inilah kesempatan langka untuk mengisi dapur rumahnya.


Aksi cekatan Abang ojol saat mengambil telur dalam tantangan belanja dua menit.
Aksi cekatan Abang ojol saat mengambil telur dalam tantangan belanja dua menit.

Setelah waktu habis, Jestham membantunya mengganti susu dan pampers yang kurang sesuai dengan ukuran anak-anaknya. Saat proses pembayaran, Abang itu tak kuasa menahan rasa syukurnya. "Alhamdulillah. Banyak terkejut, tiba-tiba dapat rezeki. Seumur-umur baru ini, Ci," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Usianya 42 tahun, ayah dari tiga anak bernama Afan, Abi, dan satu lagi yang tak sempat disebutkan. Di usianya yang tak lagi muda, ia masih harus berjuang keras setiap hari.



Di sela-sela kebahagiaan itu, ia pun meluapkan rasa bersalah dan rindu kepada keluarganya. "Maaf, kepengen sekali bahagiakan mereka, Ci. Cuma waktu saya tidak ada seharian saya kerja, mencari nafkah untuk mereka," tuturnya lirih. Ia mengaku sering ingin libur dan berkumpul dengan anak-istri, tapi ia takut tak mendapat penghasilan. Setiap hari ia bekerja mulai pukul enam pagi hingga larut malam. "Kalau libur kan saya enggak ada dapat duit, Ci. Saya kerja dari pagi pulang malam," katanya menggambarkan pengorbanan seorang ayah yang jarang di rumah, tapi hatinya selalu bersama keluarga.



Abangojol itu pun menitipkan pesan untuk istri dan anak-anaknya melalui rekaman video. Dengan suara bergetar, ia berkata, "Ayah kepengen kali main sama kalian. Enggak punya apa-apa, yang cuma bisa menafkahi makan tiap hari aja. Minta maaf ya, Nak, ya. Ayah kayak gini, dalam hati Ayah kepengen kali bahagiain keluarga." Ia sadar bahwa niat tulusnya untuk membahagiakan keluarga telah membuka pintu rezeki yang tak terduga pada hari itu. Air matanya hampir jatuh, tapi ia tahan karena masih ada senyuman haru yang tersisa.


Aksi cekatan Abang ojol saat mengambil telur dalam tantangan belanja dua menit.
Aksi cekatan Abang ojol saat mengambil telur dalam tantangan belanja dua menit.

Dia juga menceritakan kerasnya hidup sebagai pengemudi ojek online saat ini. "Sepi, Jestham, sudah banyak kali aplikasi driver sekarang, banyak saingan, dan potongan pun terlalu besar. Nyari cepek sampai jam 11, jam 12 malam, Jestham. Dari pagi. Nyari cepek kotor itu, belum lagi minyak," keluhnya. Ia bahkan harus bekerja di hari Lebaran karena di sanalah peluang orderan ramai. "Kalau enggak sakit badan, barulah libur. Kalau enggak ya enggak mungkinlah, Jestham. Besok enggak makan. Kami ibaratnya sama seperti tukang becak, kerja hari ini untuk makan besok," jelasnya menggambarkan tekanan ekonomi yang ia hadapi setiap hari.



Di akhir perjumpaan yang mengharukan itu, Jestham memberinya tambahan rezeki dan berpesan agar ia mengajak anak istri jalan-jalan. Abang ojol itu pun tersenyum lega. "Insyaallah, Ci. Hari ini pulang lebih cepat," ucapnya penuh harap. Ia berterima kasih berkali-kali dan berkata, "Semua untuk bawa pulang ke rumah." Kisah ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap pengemudi ojek online yang melintas, ada perjuangan, air mata, dan kasih sayang yang tak terbatas untuk keluarga yang dinanti di rumah. Rezeki tak selalu datang dalam bentuk besar, tapi 2 menit belanja gratis itu menjadi bukti bahwa kebaikan hati mampu mengubah hidup seseorang, setidaknya untuk hari ini.