Rezeki Sore Hari untuk Bapak Penjual Air Tebu yang Sedang Sepi

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: tiktok/@jesicathamrin
Sumber: tiktok/@jesicathamrin

Rezeki Sore Hari untuk Bapak Penjual Air Tebu yang Sedang Sepi

Kota Medan, Sumatera Utara - (13/03/26) Dalam sebuah kesempatan, Jestham mendekati seorang Bapak penjual air tebu yang sedang termenung di balik dagangannya yang sepi. Tanpa basa-basi, ia menawarkan sebuah tantangan sederhana, "Bapak, saya ada rezeki dari Tuhan. Belanja sepuasnya di dalam, mau gak?" Tanpa pikir panjang, si Bapak yang matanya mulai berbinar menjawab, "Mau!" Dengan izin dan kegembiraan yang tertahan, mereka pun memasuki minimarket yang terletak tepat dibelakang mereka.



Ternyata, penjualan Bapak sedang tidak ramai. Hari itu ia baru mendapat sekitar Rp50.000. Jestham lalu memberi tantangan, Bapak itu bisa belanja selama 2 menit. Setelah waktu habis, ia harus berhenti. Bapak itu pun setuju. Begitu hitungan mundur selesai, ia langsung bergerak cepat mengambil beras, minyak, Indomie, sabun, dan beberapa barang lain.



Setelah waktu habis, Bapak itu terlihat sangat senang. Ia mengucap syukur, "Alhamdulillah." Jestham bertanya bagaimana perasaannya mendapat rezeki ini. Bapak itu menjawab dengan mata berkaca-kaca, "Senang. Gak pernah-pernah begini. Tiba-tiba ada yang begini, terlalu senang, gembira."



Saat ditanya apa yang paling sulit menjadi seorang ayah, Bapak itu menjawab jujur, "Mencari nafkah. Buat biaya hidup. Kalau nggak bawa uang, pusing. Saya mikir, dari mana dapat uang belanja nanti." Ia juga mengaku sayang sekali dengan istrinya, yang telah pergi mendahuluinya. Ia bahkan mengakui tidak ingin berumah tangga lagi.



Lalu Jestham bertanya, ada makanan yang pengen dimakan tapi terasa sayang kalau dibeli? Bapak itu menjawab pelan, "Bolu zulaika." Ternyata ia belum pernah membelinya karena harganya terlalu mahal menurutnya. Mendengar itu, Jestham memberikan uang tambahan khusus. "Bapak, ini buat beli bolu zulaika. Makan ya. Janji ya?" Bapak itu mengangguk sambil mengucap terima kasih.



Sebelum pamit, Jestham menitipkan barang belanjaan Bapak di toko karena Bapak masih harus berjualan sampai sore. "Nanti Bapaknya pulang baru ambil," kata Jestham kepada karyawan toko. Bapak itu kembali mengucap syukur. Wajahnya yang awalnya tampak lelah, kini berubah cerah. Sebuah rezeki kecil di sore hari yang membuat seorang ayah merasa sangat dihargai dan dicintai.