Beras di Rumah Kosong, Abang Gojek Ini Dapat Kejutan dari Jestham

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: youtube/@ownerjestham
Sumber: youtube/@ownerjestham

Beras di Rumah Kosong, Abang Gojek Ini Dapat Kejutan dari Jestham

Kota Medan, Sumatera Utara - (12/09/26) Seorang abang ojol terlihat sedang menunggu orderan di pinggir jalan. Namanya Muhammad Fadilah. Hari itu, ia baru mendapat dua orderan. Saat sedang menunggu, Jestham menghampirinya dan menawarkan sesuatu yang tak pernah ia sangka. "Ada rezeki dari Tuhan, belanja sembako sepuasnya. Mau enggak?" tanyanya. Fadilah sempat ragu. "Serius?" tanyanya. Jestham mengangguk. "Betul. Yuk, ikut mobil saya dari belakang ya."



Sesampainya di Indomaret, Jestham menjelaskan aturan mainnya. Selama dua menit, Fadilah boleh mengambil apa saja kebutuhan rumah. "Menurut Abang, kebutuhan rumah paling penting apa?" tanya Jestham. Fadilah menjawab cepat, "Beras lah." Ternyata, beras di rumahnya sudah kosong. "Sudah berumah tangga? Berapa anak?" tanya Jestham lagi. "Dua. Yang satu 6 tahun, yang satu 1 tahun 8 bulan," jawabnya.



Setelah bersiap dan menarik napas, hitungan pun dimulai. "1, 2, 3, mulai!" Fadilah langsung berlari mengambil minyak, telur, mi instan, kopi, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Jestham terus memberi semangat. Dua menit pun berlalu. Keranjang mereka penuh dengan berbagai macam kebutuhan.


Aksi sigap Muhammad Fadilah, driver ojol yang pantang menyerah, saat berburu bahan makanan dalam tantangan belanja sembako bersama Jestham.
Aksi sigap Muhammad Fadilah, driver ojol yang pantang menyerah, saat berburu bahan makanan dalam tantangan belanja sembako bersama Jestham.

Sambil menunggu pembayaran, obrolan pun berlanjut. Fadilah bercerita bahwa ia tinggal di Belawan. Jaraknya cukup jauh dari lokasi mereka. "Tadi ngurus apa?" tanya Jestham. Fadilah menjelaskan bahwa ia sedang mengurus bantuan di Dinas Sosial. "Saya kan orang Aceh. Kakak saya masih di Aceh," ujarnya. Ia juga mengaku sedang mencari orderan setelah mengurus keperluan tersebut.



Jestham pun bertanya, "Jadi mau bawa pulang untuk siapa itu semua?" Fadilah menjawab, "Ya, untuk istri sama anak." Ia mengaku sangat sayang kepada keluarganya. Istrinya juga bekerja, membantu jualan risol dan es di depan rumah. "Habis ngantar istri jam 9 pagi, habis itu nungguin naik bus listrik jam 10," ceritanya tentang rutinitas hariannya.



Fadilah juga bercerita tentang penghasilannya. "Kalau biasa sih Rp150.000," ujarnya. Tapi ia mengaku jarang libur. "Tiap hari kerja, ngojol terus," katanya. Saat ditanya apa susahnya jadi seorang ayah, Fadilah terdiam sejenak. "Susah jadi seorang ayah ya, terkadang kita cari uang di jalanan ini berat, susah. Kadang ada ya kita pulang, kadang tidak ya bersyukur aja. Kadang kita lihat anak senang, ya gitulah, Kak," ujarnya.


Raut bahagia dan lega terpancar dari wajah driver ojol yang bersyukur usai menerima kejutan bantuan sembako dari Jestham untuk keluarganya.
Raut bahagia dan lega terpancar dari wajah driver ojol yang bersyukur usai menerima kejutan bantuan sembako dari Jestham untuk keluarganya.

Di hadapan kamera, Fadilah menyampaikan pesan untuk istrinya. "Semoga sehat-sehat selalu, jaga anak-anak. Kadang ayah ini suka emosi, marah. Ya, ini kesan ke Bunda. Maafin ayah selama ini belum bisa bahagiain Bunda sama anak-anak. Dan yang Bunda inginkan belum pernah ayah capaikan. Kita doakan apa yang pengen oleh istri tercapai semuanya," ucapnya dengan mata yang mulai berkaca.



Untuk anak-anaknya, Fadilah juga menitipkan pesan. "Sama adik, walaupun ayah enggak ada di rumah kadang, sama Bunda ayah cari uang gitu kan. Semoga berkah ayah ini. Dan Bunda terus bersyukur apa yang dapatlah selama ini," ujarnya. Jestham pun memberikan ongkos tambahan untuk Fadilah. "Ini saya udah siapin ongkos buat Abang. Nanti mana tahu sisanya Abang mau bawa anak-anak pergi jalan-jalan boleh, karena enggak pernah libur," ucapnya.



Fadilah tak kuasa menahan haru. "Terharu juga. Baru kali ini sih jumpa seperti ini selama ojol," ujarnya. Jestham pun menutup pertemuan itu dengan doa. "Semoga berkah ya, Bang, untuk keluarga semuanya. Titip salam untuk anak-anak semuanya juga ya," ucapnya. Fadilah mengangguk, mengucap terima kasih berulang kali. Pertemuan singkat itu pun berakhir. Fadilah kembali ke rutinitasnya, membawa pulang sembako dan sedikit rezeki lebih untuk keluarganya di Belawan.