Jestham Borong Belanjaan Driver Ojol 21 Tahun yang Baru Pulang Kerja, Curhat Nikah Muda hingga Nabung Bitcoin demi Masa Depan Anak

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: youtube/@ownerjestham
Sumber: youtube/@ownerjestham

Jestham Borong Belanjaan Driver Ojol 21 Tahun yang Baru Pulang Kerja, Curhat Nikah Muda hingga Nabung Bitcoin demi Masa Depan Anak

Kota Medan, Sumatera Utara - (27/09/26) Seorang driver ojol berusia 21 tahun tengah bersiap mengambil orderan ketika Jestham menghampirinya. Abang itu baru saja pulang kerja dan langsung menarik orderan tanpa istirahat. Dari percakapan singkat itu, terungkap kisah perjuangan seorang ayah muda yang tak ingin anaknya kelak merasakan kesulitan seperti dirinya.



Awalnya, Jestham menanyakan ke mana abang itu akan pergi. "Bang, mau ke mana?" tanya Jestham. "Ambil orderan," jawabnya singkat. Jestham pun menawarkan misi kebaikannya. "Ada rezeki dari Tuhan, belanja sebanyak-banyaknya 2 menit. Mau enggak?" tanya Jestham. "Mau, mau, mau," jawab abang itu antusias. Jestham juga sempat menanyakan apakah ia sudah makan. "Belum. Ini baru keluar narik," ujarnya.



Dari perbincangan itu, diketahui abang itu berusia 21 tahun dan bekerja di pabrik. Setiap hari, setelah pulang kerja, ia langsung menarik orderan ojol hingga malam, termasuk di hari Minggu. "Tiap hari habis kerja pulang, sampai pulang lagi grab lagi, gitu tiap hari. Minggu juga," ceritanya. Jestham pun dibuat kagum dengan semangat abang itu. "Kok semangat kali 21 tahun?" tanya Jestham. "Ya, masih muda, kita enggak boleh malas-malas kan," jawabnya.



Saat ditanya kebutuhan rumah yang paling penting, abang itu menjawab pampers. Ternyata, ia sudah menikah dan memiliki anak berusia 6 bulan. "Anak umur masih 6 bulan," ujarnya. Ia mengaku menikah muda, di usia 19 tahun, karena pasangannya meminta kepastian. "Cuma pasangan minta kepastiannya," kata abang itu. Ia dan istrinya ternyata sudah mengenal sejak sekolah.



Jestham pun mengajak abang itu masuk ke minimarket. "Ini belanjanya 2 menit. Selama 2 menit boleh ambil apa aja yang ada di dalam sini. Semuanya boleh ambil ya," jelas Jestham. Begitu aba-aba dimulai, abang itu langsung berlari mengambil berbagai kebutuhan, mulai dari beras, minyak, gula, mie instan, sabun, pampers, hingga susu anak. "Susu anak. Umur berapa? 6 bulan," ujarnya sambil mengambil susu untuk bayinya.


Driver ojol bersama Jestham saat memilih susu bayi di rak minimarket setelah mendapat kesempatan untuk memborong berbagai kebutuhan pokok.
Driver ojol bersama Jestham saat memilih susu bayi di rak minimarket setelah mendapat kesempatan untuk memborong berbagai kebutuhan pokok.

Setelah dua menit berlalu, Jestham dan abang itu melihat hasil belanjaannya. "Jadi, Guys, ini yang kita hasilkan selama 2 menit ya. Ini semua ada pampers, beras, mie instan, sabun-sabun, dan juga ada minyak untuk baby ya kan, Bang," kata Jestham. Abang itu pun mengaku senang dan kaget. "Enggak menyangka, kaget," ujarnya.



Jestham kemudian menggali lebih dalam kisah hidup abang itu. Ia bekerja dari Senin sampai Minggu, dan saat libur pun tetap menarik orderan ojol dari pagi. "Kalau di kerja sehari saya dapat Rp150.000. Kalau Grab kadang dari jam 5 sampai jam 10, Rp110.000–Rp120.000 kotor," ceritanya. Meski begitu, ia tetap semangat karena ingin menyiapkan masa depan. "Kan masih muda, jadi buat apa nanti tuanya awak sengsara," ujarnya.



Yang membuat Jestham takjub, abang itu mengaku menyisihkan penghasilannya untuk berinvestasi di Bitcoin. "Jadi ya aku kerja dua kali satu pun sama sambil berinvestasi. Nabung-nabung untuk masa tua anak sama aku lah," katanya. Ia juga menyampaikan pesan untuk istrinya. "Mah, ini hari dapat rezeki. Terima kasih dan maaf belum bisa ngebahagiain, dan terima kasih sudah menemani prosesnya. Semoga di tua nanti kita hidup bahagia," ujarnya.



Di akhir pertemuan, abang itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada orang tuanya. "Buat Mama dan Bapak, minta maaf atas kesalahan aku yang selama ini aku buat, dan belum bisa ngebahagiain orang tua. Semoga anakmu ini bisa ngebantu sedikit-sedikit," ucapnya. Jestham pun memberikan ongkos tambahan untuk abang itu. "Ini saya kasih ongkos untuk Abang, nanti bawa pulang ya. Sisanya nanti Abang mau belanja apa, suka hati Abang," kata Jestham. "Terima kasih banyak ya, Kak. Semoga panjang umur, murah rezekinya," jawab abang itu.


Jestham memberikan uang ongkos tambahan kepada driver ojol berusia 21 tahun di akhir pertemuan mereka di dalam minimarket.
Jestham memberikan uang ongkos tambahan kepada driver ojol berusia 21 tahun di akhir pertemuan mereka di dalam minimarket.

Aksi kebaikan ini kembali menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama, terutama kepada pekerja keras yang berjuang demi keluarganya, bisa membawa kebahagiaan dan harapan baru.