Jestham Borong Semua Balon Dagangan Ibu dan Anak di Jalan, Curhat Dua Hari Tak Laku Bikin Haru

Jestham Borong Semua Balon Dagangan Ibu dan Anak di Jalan, Curhat Dua Hari Tak Laku Bikin Haru
Kota Medan, Sumatera Utara - (11/10/26) Balon-balon warna-warni yang biasa dijajakan seorang ibu bersama anaknya di pinggir jalan itu nyaris tidak membuahkan hasil selama dua hari. Namun, kesedihan itu berubah menjadi haru ketika Jestham datang menghampiri mereka dan menawarkan untuk memborong seluruh dagangan.
Awalnya, Jestham menanyakan harga balon yang dijual. "Bu, berapa satu?" tanya Jestham. "15. Sudah kejual banyak?" tanya Jestham lagi. "Belum ada. Baru laku satu," jawab ibu itu. Jestham juga sempat menanyakan apakah anak ibu itu sudah makan. "Oh, sudah makan, Adik," ujarnya.
Jestham kemudian menghitung sisa balon dagangan. "Ini satu 15. Ini ada berapa, Bu?" tanya Jestham. "Ada 14 lagi." jawab ibu itu. Jestham lalu menyebutkan bahwa anaknya perempuan, "Anak saya cewek sih. Pilih yang melodi kucing," ujarnya.
Mengetahui bahwa dagangan ibu itu baru laku satu, Jestham pun menawarkan untuk memborong semuanya. "Saya ada rezeki dari Tuhan. Saya mau borong semua. Boleh?" tanya Jestham. "Boleh, boleh. Alhamdulillah," jawab ibu itu dengan penuh syukur.
Ibu itu kemudian menceritakan bahwa ia sudah dua hari berjualan tanpa ada yang laku. "Sudah dua hari saya jualan enggak ada laku, Bu," ujarnya. Mendengar hal itu, Jestham memastikan kembali bahwa ia akan mengambil semua balon. "Saya ambil semua, ya, Bu, ya," kata Jestham.
Setelah dihitung, total dagangan ibu itu sekitar Rp115.000. Jestham pun meminta diskon karena memborong semuanya. "Bu, saya kan borongnya semua. Boleh enggak saya minta diskon dikit?" tanya Jestham. "Bolehlah," jawab ibu itu. Setelah dihitung ulang, totalnya menjadi sekitar Rp118.000. Jestham pun membayar dengan tawaran harga yang lebih tinggi, dan ibu itu menerimanya dengan penuh rasa syukur. "Ya Allah, saya sedih kali, nggak tau saya mau bilang apa," ucap ibu itu, tak mampu menahan tangisnya yang pecah.

Jestham kemudian mengungkapkan bahwa ia tersentuh melihat perjuangan ibu dan anak tersebut. "Saya lewat, ibu sama anak berdua, saya tersentuh sekali lihatnya perjuangan ibu dan anak," kata Jestham. Ibu itu pun bercerita bahwa ia memiliki empat anak dan setiap hari harus bisa mengumpulkan ongkos anak sebesar Rp20.000. "Satu hari harus bisa saya menyekolahkan anak, ongkos anak Rp20.000. Jadi saya bawa dia, ada aja rezekinya," ceritanya.
Ibu itu juga mengaku sedih ketika balonnya tidak laku. "Makanya kadang saya sedih juga, Bu, menangis sampai kalau enggak laku balon saya, Bu, bagaimana saya mengembalikannya? Sedangkan balon ini kan punya orang," ujarnya. Ia juga menceritakan bahwa ia sudah berkeliling kota Medan, namun tidak semua orang mau membeli balon.

"Rezeki banget hari ini kita bisa jumpa ya, Ibu. Saya berharap ini berguna untuk Ibu dan keluarga," kata Jestham. "Ini saya bawa pulang, nanti saya kasih anak saya main, pasti dia senang banget." ujar Jestham. "Saya makasih banget ya sudah bisa borong. Terima kasih, Ibu, sehat selalu kita ya, Bu," jawab ibu itu terharu. "Sehat-sehat ya, Ibu ya. Besok-besok jualannya laris manis ya." kata Jestham. Ia pun berpamitan. "Oke, Ibu. Saya permisi ya, Ibu ya. Sehat selalu, Bu," tutup Jestham. Aksi kebaikan ini kembali menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama, terutama kepada ibu dan anak yang berjuang mencari nafkah, bisa membawa kebahagiaan dan harapan baru.







