Kaki Baru Selesai Dioperasi, Bapak Tukang Becak Ini Tetap Bekerja demi Keluarga

Kaki Baru Selesai Dioperasi, Bapak Tukang Becak Ini Tetap Bekerja demi Keluarga
Kota Medan, Sumatera Utara - Seorang bapak terlihat duduk di becaknya, menunggu sewa yang tak kunjung datang. Namun ada yang berbeda dari biasanya. Kakinya yang tak lagi sempurna membuatnya harus dibantu tongkat untuk berdiri dan berjalan. Ternyata, ia baru saja menjalani operasi akibat patah tulang.
Saat itu, Jestham menghampirinya dan menawarkan sesuatu. "Bapak, saya ada rezeki dari Tuhan. Belanja sembako sepuasnya, mau nggak?" tanyanya. Bapak itu langsung mengiyakan. Tanpa pikir panjang, ia pun mengikuti Jestham menuju minimarket terdekat. Langkahnya pelan, dibantu tongkat yang ia pegang erat. Jestham menemaninya, menyesuaikan langkah agar bapak itu tidak terlalu lelah.
Sesampainya di dalam minimarket, Jestham memutuskan untuk tidak menggunakan durasi dua menit seperti biasanya. Kondisi bapak yang kesulitan bergerak membuatnya memilih untuk mengambilkan barang-barang langsung. "Bapak ini punya 7 anggota keluarga di rumah," ujar Jestham saat mengetahui jumlah keluarga bapak tersebut. Ia pun mengambil beberapa karung beras untuk mencukupi kebutuhan keluarga bapak.

Belanja pun berlanjut. Minyak, gula, sarden, sabun, hingga susu tulang, semua dimasukkan ke dalam keranjang. Bapak itu hanya bisa menatap dengan mata berkaca-kaca. "Semoga Tuhan memberkati," ucapnya setiap kali Jestham menambahkan barang ke dalam keranjang. Ia terus mendoakan Jestham. "Bapak ini satu masuk keranjang, satu doa," ujar Jestham sambil berterima kasih atas doa tersebut.
Bapak itu tak kuasa menahan haru. "Terharu. Aku memang orang miskin. Nggak tau dari mana jalannya ini. Semoga Tuhan itu memberkati kalian selamanya," ujarnya penuh syukur. Jestham hanya tersenyum, merasakan kehangatan dari doa yang mengalir begitu tulus.
Saat ditanyai kenapa masih memaksakan diri bekerja meski kakinya sedang sakit, bapak itu menjawab dengan tegas. "Saya orang Batak. Sampai tua pun kalau masih bisa kerja, maka kerja," ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa ia pantang untuk meminta kepada anak-anaknya. "Sebanyak apa pun yang saya dapat, saya akan tetap berterima kasih kepada Tuhan," tambahnya.

Ia juga menyampaikan pesan untuk anak-anaknya. "Ke gereja, rajin berdoa, karena doa itu kehidupan kita," ucapnya dengan mata yang basah. Sebuah pesan sederhana, namun sarat makna. Jestham pun bertanya, "Hari ini udah dapat berapa, Pak?" Bapak itu menjawab bahwa ia baru mendapatkan Rp20.000. Itu pun belum sempat ia gunakan untuk makan.
Jestham pun menyerahkan rezeki tambahan untuk bapak itu. "Pak, tadi dapatnya Rp20.000 kan? Ini ada rezeki dari Tuhan untuk Bapak semuanya," ucapnya sambil menyerahkan beberapa lembar uang tunai. Bapak itu terkejut. "Macam mana mau dibilang, udah dikasih banyak kali itu, dikasih ini lagi," ujarnya tak menyangka. Ia langsung memanjatkan doa syukur, berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberinya rezeki melalui Jestham.
Sebelum berpisah, Jestham memberikan pesan yang menyentuh. "Terima kasih banyak doanya, Bapak. Semoga yang kita belanjakan berkah buat keluarga. Sehat-sehat ya, Bapak. Satu hal yang harus Bapak ingat, kita kadang memang akan selalu bertanya kenapa dan kenapa. Tapi percayalah, tidak ada rencana Tuhan yang jahat. Semua rencana kebaikan untuk kita semua. Sehat selalu ya, Bapak ya," ucapnya. Bapak itu mengangguk, mengucap terima kasih sekali lagi. (29/06/26)







