Jestham Borong Dagangan Dua Siswa SMA yang Jualan Cipang Sepulang Sekolah, Curhat Panja dan Murarin Bikin Haru: Sedih, Tak Ada Orang Tua di Rumah

oleh Ramanda Aulizabullet
Ditinjau oleh Thomas Iskandar
Sumber: tiktok/@jesicathamrin
Sumber: tiktok/@jesicathamrin

Jestham Borong Dagangan Dua Siswa SMA yang Jualan Cipang Sepulang Sekolah, Curhat Panja dan Murarin Bikin Haru: Sedih, Tak Ada Orang Tua di Rumah

Kota Medan, Sumatera Utara - (22/10/26) Dua anak SMA masih mengenakan seragam sekolahnya ketika Jestham menghampiri mereka. Di tangan mereka, ada dagangan cipang yang tengah dijajakan. Jestham pun menanyakan apa yang mereka jual. "Ini jualan apa?" tanya Jestham saat menghampiri keduanya. Anak laki-laki itu menjelaskan bahwa ia menjual cipang seharga Rp2.000 per bungkus.



Panja dan Murarin, dua siswa SMA tersebut, harus berdagang setelah jam sekolah selesai. Mereka menjajakan cipang di pinggir jalan demi membantu biaya sekolah. Dari percakapan itu, diketahui bahwa Panja dan Murarin bukanlah anak yang beruntung. Keduanya memiliki kisah hidup yang tak mudah.



Jestham pun menawarkan untuk memborong semua dagangan mereka. "Ini ibu ada rezeki dari Tuhan, mau borong semua boleh?" tanya Jestham. Panja pun menyebutkan bahwa total dagangannya mencapai Rp194.000. Anak itu menyetujui saat Jestham meminta untuk menawar harga. "Ikhlas kalau ditawar?" tanya Jestham. "Ikhlas lah," ujar Panja dengan tulus.


Potret salah satu siswa SMA yang tetap tegar dan sabar menanti pembeli dagangan cipang demi membantu biaya sekolahnya.
Potret salah satu siswa SMA yang tetap tegar dan sabar menanti pembeli dagangan cipang demi membantu biaya sekolahnya.

Siapa sangka, rezeki dari Tuhan hari itu datang melalui Jestham untuk anak-anak itu. Jestham memberikan lembaran uang yang melebihi dari harga dagangan mereka. Keduanya yang awalnya merasa tidak enak menjadi tak menyangka atas lembar demi lembar uang yang diberikan. Mereka tak henti mengucapkan terima kasih.



Keduanya kemudian menceritakan bahwa berjualan selepas sekolah adalah demi membantu biaya uang sekolah. Panja mengaku sedari bayi sudah tinggal bersama neneknya. Sedangkan Murarin sudah terpisah dari orang tuanya. "Sedih aja, Bu, enggak ada orang tua di rumah," ujar Murarin.



Mendengar cerita itu, Jestham pun memberikan nasihat dan doa yang menyentuh. "Kalian sehat-sehat ya, jangan lupa salat. Doakan orang tua semuanya sehat-sehat. Masa lalu enggak bisa kita ubah, tapi kita punya masa depan yang masih bisa kita jalani dengan baik hari ini. Jadi orang sukses kalian ya, amin," kata Jestham menenangkan.


Jestham memberikan rezeki yang disambut rasa haru oleh dua siswa SMA penjual cipang setelah dagangan mereka diborong habis.
Jestham memberikan rezeki yang disambut rasa haru oleh dua siswa SMA penjual cipang setelah dagangan mereka diborong habis.

Sebelum berpisah, Jestham menyebutkan akan memborong dagangan mereka kembali jika tak sengaja bertemu lagi. "Sehat-sehat kalian ya, sekolah yang baik ya," pesan Jestham. Pertemuan singkat itu menjadi pengingat bahwa di balik seragam sekolah yang mereka kenakan, ada perjuangan dan cerita yang jarang terlihat.