Jestham Borong Dagangan Bapak Penjual Kerupuk di Tengah Hujan, Sempat Dikira Mau Marah hingga Bikin Haru: Jangan Lupa Salat dan Makan

Jestham Borong Dagangan Bapak Penjual Kerupuk di Tengah Hujan, Sempat Dikira Mau Marah hingga Bikin Haru: Jangan Lupa Salat dan Makan
Kota Medan, Sumatera Utara - (28/09/26) Hujan yang mengguyur membuat seorang bapak penjual kerupuk belum juga pulang. Dagangannya pun belum banyak terjual hari itu. Namun, kedatangan Jestham di tengah cuaca yang kurang bersahabat itu perlahan mengubah keadaan.
Awalnya, Jestham menanyakan harga kerupuk yang dijual bapak tersebut. "Berapa kerupuknya?" tanya Jestham. "Rp10.000 satu bijinya," jawab bapak itu. Jestham lalu menanyakan apakah dagangannya sudah banyak terjual. "Belum. Hari ini aja baru laku," ujarnya.
Jestham juga sempat menanyakan apakah bapak itu sudah makan. "Sudah makan belum?" tanya Jestham. Bapak itu pun belum sempat makan karena masih menunggu dagangannya terjual di tengah hujan. Mendengar itu, Jestham langsung menawarkan untuk memborong semua dagangan.
"Saya ada rezeki dari Tuhan. Saya borong semua. Boleh?" tanya Jestham. "Bisa. Boleh," jawab bapak itu. Jestham pun menghitung satu per satu kerupuk yang tersisa. "5 tambah 3 jadi 8. 15, 8 tambah 7 ya. 15, 10, 20, 27 ya. 27 ini berapa?" ujarnya sambil menghitung.

Setelah dihitung, totalnya mencapai Rp210.000. "35 kali 6 ya. 210 ya," kata Jestham. Bapak itu pun membenarkan hitungan tersebut.
Jestham kemudian menanyakan apakah harga bisa ditawar. "Bisa diskon dikit, tawar-tawar," ujarnya. "Bolehlah," jawab bapak itu. Jestham pun menawarkan harga yang lebih tinggi dari total seharusnya. "Saya tawarnya segini. Tawarnya segitu boleh?" tanya Jestham. "Banyak kali," jawab bapak itu.

Di tengah percakapan, Jestham melihat raut wajah bapak itu berubah. "Kok sedih, Pak? Apa yang buat sedih, Pak?" tanya Jestham. Bapak itu hanya menjawab singkat, "Enggak apa-apa. Gimana keadaan perekonomian sekarang, sakit kali," ujarnya.
Jestham pun menutup pertemuan dengan doa dan pesan yang menyentuh. "Saya doakan besok-besok jualannya cepat laris, cepat ramai ya. Amin ya. Jangan lupa salat dan makan ya, Pak ya," kata Jestham. "Iya. Amin. Amin," jawab bapak itu. "Sehat-sehat ya, Pak ya. Saya permisi ya, Pak," pamit Jestham.
Aksi kebaikan ini kembali menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama, terutama kepada para pedagang kecil yang tetap bertahan di tengah cuaca dan keadaan sulit, bisa membawa kebahagiaan dan harapan baru.







