Dagangan Bapak Penjual Keliling Biasanya Habis 2 Hari, Jestham Borong Ludes dalam Hitungan Menit, Curhatnya Bikin Haru

Dagangan Bapak Penjual Keliling Biasanya Habis 2 Hari, Jestham Borong Ludes dalam Hitungan Menit, Curhatnya Bikin Haru
Kota Medan, Sumatera Utara - Dagangan seorang bapak penjual kue cucur keliling biasanya baru habis dalam dua hari. Namun, berkat aksi Jestham, dagangannya ludes dalam hitungan menit. Bukan hanya soal dagangan, pertemuan itu juga menghadirkan cerita hidup yang membuat Jestham terenyuh.
Awalnya, Jestham menanyakan harga kue yang dijual oleh bapak tersebut. "Bapak, ini mau beli berapa satu?" tanya Jestham. Sang bapak menjawab bahwa dagangannya belum ada yang terjual. "Rp45.000 masih banyak ya? Belum ada yang beli? Enggak ada," ujarnya.
Mengetahui hal itu, Jestham pun berniat memborong dagangan tersebut. "Saya tambah lagi. Boleh ya? Mau borong boleh ya," kata Jestham. Bapak itu lalu menghitung total dagangan yang akan dibeli.
Jestham kemudian mencoba menawar harga. "Boleh saya tawar sedikit? Tawar harganya boleh," ujarnya. Namun, sang bapak menjelaskan bahwa harga tersebut sudah pas dan tidak bisa ditawar karena ia hanya mengambil barang dari pemilik produk. "Enggak dari situ harganya nanti enggak bisa jual. Kita enggak dapat sama kita. Kita buat ngambil sama orang ini. Ini yang punya produk kita jualkan gitu," jelas bapak itu.

Meski demikian, Jestham tetap berusaha menawar dengan harga yang menurutnya lebih baik. "Bapak saya mau tawar. Tadi berapa harganya? Berapa? 160 ya? Saya tawarnya segini. Saya tawarnya segini boleh, Pak?" kata Jestham. Akhirnya, sang bapak pun menyetujui tawaran tersebut. "Banyak sekali, alhamdulillah ya alhamdulillah," ucapnya penuh syukur.
Di tengah percakapan, Jestham bertanya kepada sang bapak tentang hal yang paling membuatnya sedih. "Kalau saya boleh tahu apa yang buat paling sedih, Pak, sebenarnya?" tanya Jestham. Bapak itu menjawab bahwa ia tidak pernah merasakan pengalaman seperti ini. "Soalnya enggak pernah gini saya. Iya. Kadang jualan nanti sampai 2 hari baru habis." ujarnya.
Jestham lalu menanyakan tentang keluarga sang bapak. "Anak ada berapa, Pak?" tanya Jestham. Bapak itu pun menjawab bahwa ia hidup sendiri. "Makanya hidup sendiri. Numpang sama kawan," ucapnya. Ia juga menceritakan bahwa kadang teman yang ia tumpangi pergi berobat, namun kadang tidak dibayar. "Ya kadang temanlah yang ngapainnya yang awak tumpangin itu pergi berobat kadang pun dibayar enggak mau," ceritanya.
Mendengar cerita tersebut, Jestham memberikan nasihat dan doa yang tulus. "Bapak, saya doakan Bapak sehat-sehat ya. Selalu salat kita ya, Pak ya. Oke, saya doakan rezekinya lancar. Amin. Sehat-sehat selalu untuk bapaknya," kata Jestham. Sang bapak pun mengaminkan doa tersebut. "Amin. Mudah-mudahan rezekinya murah. Sehat-sehat ya," ujarnya. "Amin. Terima kasih doanya Bapak. Saya permisi ya, Pak ya," tutup Jestham.

Aksi kebaikan Jestham ini kembali menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama, sekecil apa pun, bisa membawa kebahagiaan besar bagi orang lain. (14/08/26)







