Penghasilan Ojol Tak Menentu, Bapak Ini Dapat Kejutan Belanja dari Jestham

Penghasilan Ojol Tak Menentu, Bapak Ini Dapat Kejutan Belanja dari Jestham
Kota Medan, Sumatera Utara - Seorang bapak ojol terlihat sedang berdiri di depan minimarket. Ia baru saja mengantar orderan, atau mungkin sedang menunggu orderan berikutnya. Hari itu, ia tak menyangka akan menjadi target misi berbagi Jestham. "Pak, saya ada rezeki dari Tuhan. Belanja sembako sepuasnya, mau nggak?" tawar Jestham. Bapak itu terkejut, namun langsung mengiyakan. Tanpa pikir panjang, ia pun mengikuti Jestham masuk ke dalam minimarket.
Di dalam, Jestham menjelaskan aturan mainnya. "Jadi saya bakal siapkan durasi dua menit. Selama dua menit itu, Bapak boleh ambil apa aja terserah Bapak. Mau ambil berapa banyak juga gapapa. Oke ya, siap ya, Pak? 1, 2, 3!" Hitungan mundur pun selesai. Bapak itu langsung berlari melesat mengambil beras, telur, dan gula. "Pelan, Pak, pelan! Ambil lagi, Pak!" teriak Jestham mengarahkan sambil tertawa.

Belanja pun berlanjut. Mi instan, minyak goreng, sarden, susu anak, sabun, dan makanan ringan, semua ia sambar dengan cepat. Jestham terus memberi semangat. "Ambil lagi, Pak! Yang banyak!" serunya. Dua menit pun berlalu. Keranjang mereka penuh dengan berbagai kebutuhan pokok. Bapak itu tampak bersyukur, meski masih belum percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Sambil menunggu pembayaran, obrolan pun terjalin. Bapak itu bercerita bahwa ia bekerja dari pagi hingga jam 7 malam. "Apa susahnya untuk menjadi seorang ayah, Pak?" tanya Jestham. Bapak itu menghela napas. "Tanggungannya, Kak. Dalam memenuhi kebutuhan. Kadang di ojol ini ada, kadang nggak ada. Bahkan berapa kali kosong," ujarnya.
Ia menceritakan bahwa dari pagi hingga malam, orderan bisa saja kosong. Di keadaan seperti itu, ia biasanya akan berhutang dulu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. "Tanggung jawabnya, beban-bebannya," ujarnya singkat saat menjelaskan kesulitannya sebagai seorang ayah. Kalimat itu sederhana, namun menggambarkan betapa berat beban yang ia pikul setiap hari.
Saat ditanyai pesan apa yang ingin disampaikan untuk anaknya, bapak itu terdiam sejenak. Lalu ia berkata dengan suara yang dalam, "Anakku, jadi orang yang baik yaa. Kelak besarnya menjadi kebanggaan semua orang, terutama untuk Tuhan." Jestham terdiam mendengarnya. Sebuah pesan sederhana, namun penuh makna. Seorang ayah yang mungkin jarang bercerita tentang lelahnya, tapi selalu menyimpan harapan terbaik untuk anaknya.

Jestham pun menyerahkan rezeki tambahan untuk bapak itu. "Pak, ini saya ada sedikit rezeki tambahan. Semoga bisa membantu ya, Bapak ya," ucapnya tulus. Bapak itu merasa segan. "Udah banyak kali itu, Kak," ujarnya. Ia sungkan karena sudah mendapat begitu banyak rezeki tak terduga hari itu. Namun Jestham tetap mendorongnya untuk menerima. "Terima kasih banyak ya, Kak ya," ucap bapak itu dengan mata yang berkaca-kaca.
Pertemuan itu pun berakhir. Bapak ojol itu membawa pulang keranjang penuh sembako dan sedikit rezeki lebih untuk keluarganya. Ayah mungkin jarang bercerita tentang lelahnya, tapi setiap langkahnya adalah doa agar keluarganya tetap bahagia. Hari itu, doa itu seakan terjawab lewat pertemuan singkat di depan minimarket. (23/04/26)







