Jual Beras Rp1.000, Jestham Beri Kejutan untuk Bapak yang Istrinya Sedang Sakit

Jual Beras Rp1.000, Jestham Beri Kejutan untuk Bapak yang Istrinya Sedang Sakit
Kota Medan, Sumatera Utara - Siapa sangka, beras yang biasanya dijual dengan harga puluhan ribu rupiah per kilogram, kali ini dilepas dengan harga Rp1.000 saja. Itulah misi yang dijalankan Jestham. Ia berkeliling menemui orang-orang di jalan, menawarkan beras murah kepada siapa saja yang membutuhkan.
Orang pertama yang ia temui adalah seorang bapak. "Saya mau jual beras harga Rp1.000, mau enggak?" tanya Jestham. Bapak itu terkejut. "Mau lah," jawabnya. Jestham tersenyum dan tetap menyerahkan beras itu. "Oke, saya kembaliin ya. Rp5.000 ya uangnya ya, Pak. Ini kembaliannya, Pak," ujarnya sambil memberikan uang kembali.
Di tengah obrolan, Jestham mengetahui bahwa istri bapak itu sedang sakit dan tidak ada beras di rumah. "Sakit apa, Pak?" tanya Jestham. Ternyata, istri bapak tersebut tidak bisa jalan. Yang lebih membuat hati teriris, anaknya yang sekolah pun uang sekolahnya belum terbayar. "Ada anak sini sekolah. Uang sekolah pun enggak kebayar," ujarnya lirih.
Mendengar itu, Jestham langsung memberikan tambahan rezeki. "Bapak ini saya tambahkan sedikit untuk Bapak lagi, untuk Ibu berobat ya. Ini ya, Bapak ya," ucapnya tulus. Bapak itu menerimanya dengan penuh syukur. "Iya, sama-sama banyak, Bapak. Ini beras nya, Bapak ya," lanjut Jestham sebelum berpamitan.
Perjalanan berlanjut. Jestham kemudian bertemu seorang bapak yang sedang mengantar orderan. "Lagi ngapain, Pak? Lagi nganter orderan? Saya mau jualan beras harganya Rp1.000. Mau beli enggak, Pak?" tawarnya. Bapak itu mengangguk. "Boleh. Ada Rp1.000," jawabnya. Saat ditanya soal orderan, bapak itu mengaku baru mendapat lima orderan. "Alhamdulillah, ada juga biar pun sepi, kan ada syukurin aja," ujarnya.

Jestham pun menyerahkan beras dan tambahan rezeki untuk bapak tersebut. "Ini saya ada rezeki tambahan untuk Bapak hari ini," ucapnya. Bapak itu terkejut. "Alhamdulillahirabbil alamin. Baru sekali ini, loh, Kak," ujarnya. Ia juga bercerita bahwa penghasilannya sedang menurun. "Sampai malam kadang-kadang cuma Rp100.000 aja, itu kotor," ujarnya. "Semoga murah rezeki, Kak," doanya.
Orang ketiga yang ditemui Jestham adalah seorang abang Gojek yang sedang menunggu orderan. "Bang, aku mau nawarin, aku jualan beras harga Rp1.000. Mau beli enggak?" tanya Jestham. Abang itu langsung menyanggupinya. "Boleh banget, Kak. Ada Rp1.000," jawabnya sambil tertawa. Saat menerima beras, ia tak henti mengucap syukur. "Rezeki, rezeki, rezeki," ujarnya berulang-ulang.

Sebelum berpamitan, Jestham bertanya, "Bang, kata-katanya untuk orang yang lagi berjuang kayak apa?" Abang itu menjawab singkat, "Semangat terus, semoga sukses. Amin. Sukses terus." Jestham pun tersenyum dan melambaikan tangan. "Ini berasnya ya, Bang, ya. Oke, Bang. Makasih ya. Semangat ya, Bang, ya," ucapnya.
Misi jual beras Rp1.000 kali ini memang sederhana. Namun dari tiga pertemuan itu, Jestham kembali diingatkan bahwa di sekitar kita masih banyak orang yang berjuang dalam diam, ada yang istrinya sakit, ada yang orderannya sepi, ada yang penghasilannya tak menentu. Beras seharga Rp1.000 mungkin hanya simbol. Tapi di baliknya, ada perhatian, ada kepedulian, dan ada harapan baru bagi mereka yang menerimanya. (16/11/25)







