Rezeki Tak Terduga untuk Abang Ojol: Senyum Haru dan Semangat Berbagi di Indomaret

Rezeki Tak Terduga untuk Abang Ojol: Senyum Haru dan Semangat Berbagi di Indomaret
Kota Medan, Sumatera Utara - (11/12/25) Suasana rutin di sebuah Indomaret tiba-tiba berubah menjadi momen penuh kejutan dan kebahagiaan. Jestham, tanpa sengaja, bertemu dengan seorang Abang ojek online yang sedang memeriksa saldo di dalam minimarket. Dengan spontan dan hangat, Jestham pun mendekat dan menawarkan sebuah kesempatan emas, challenge belanja sembako gratis hanya dalam waktu dua menit. Ekspresi Abang ojol itu langsung berubah, wajahnya memerah tanda keheranan dan kegembiraan yang tak terbendung. "Mau banget ya," ujarnya penuh semangat, seolah tak percaya rezeki datang secara tiba-tiba.
Dengan hitungan "satu, dua, tiga", challenge seru itu pun dimulai. Abang ojol langsung melesat, memacu detak jantung di lorong-lorong rak Indomaret. Dengan ditemani dan disemangati Jestham, Ia mengambil beras, minyak goreng, gula, dan telur sebagai prioritas. Suasana menjadi semakin heboh saat waktu terus berjalan. Jestham berteriak, "Cepat, Bang! Ambil yang banyak!" sambil turut membantu mengambil barang seperti mie instan, kecap, saus, sabun, kopi, hingga berbagai jajan ke dalam keranjang yang semakin penuh. Dua menit itu berjalan dengan cepat, penuh tawa, dan usaha yang luar biasa.

Setelah timer berhenti menandakan waktu habis, keranjang belanjaannya sudah penuh berisi sembako dan kebutuhan harian. Momen pun berganti dari suasana tegang menjadi haru. Saat jeda sejenak, Abang ojol itu diberi minuman untuk menyegarkan diri. Dengan mata berkaca-kaca, dia mengungkapkan isi hatinya. "Suatu kehormatan bagi saya buat Kakak. Saya cuma lihat Kakak di handphone saja," katanya. Ternyata, dia adalah salah satu followers setia konten Misi Jestham Traktir yang sering menonton aksi berbagi tersebut.

Dalam obrolan santai namun mendalam, terungkaplah kisah hidupnya. Abang ojol tersebut merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, tinggal bersama salah satu kakaknya di Medan. Kedua orang tuanya telah meninggal, dan dia telah lama merantau ke berbagai tempat seperti Malaysia dan Bandung sebelum akhirnya menetap dan bekerja sebagai ojol sejak 2018. "Ojol ini pokoknya," ucapnya dengan polos. Ia bekerja dari jam 9 pagi hingga 9 malam setiap hari untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Ada pula cerita tentang harapan dan perjuangan pribadinya. Dia bercerita pernah mengalami "gagal" dalam hubungan asmara, namun tetap optimis dengan masa depan. "Dengan kegiatan ini, saya kan bisa merubah hidup. Mana tahu ada perubahan, ada cocok mungkin," ungkapnya penuh harap. Semangatnya untuk terus bekerja dan berbagi dengan keluarga tercermin jelas. "Nge-grab tuh buat kakak," katanya saat ditanya untuk siapa Ia bekerja keras.
Momen paling mengharukan adalah ketika dia membayangkan reaksi sang kakak di rumah. "Kakak pasti terkejutlah, Kak. Enggak pernah-pernah... biasa lihat Kakak di HP saja," ujarnya sambil tersenyum. Bagi Abang ojol ini, bertemu langsung dengan Jestham yang selama ini hanya dilihatnya di layar ponsel adalah sesuatu yang sangat berarti dan nyaris seperti mimpi.
Challenge dua menit yang seru itu pun berubah menjadi sebuah rezeki dan kepedulian yang nyata. Jestham menutup percakapan dengan mengucapkan terima kasih telah menjadi bagian dari followersnya dan berharap konten-kontennya bisa terus menginspirasi. Abang ojol itu pun berdoa agar Jestham dan tim selalu dilimpahi rezeki. "Amin. Terima kasih banyak Abang doanya," balas Jestham penuh rasa syukur.

Lebih dari sekadar challenge seru, cerita ini adalah tentang keberkahan tak terduga, senyum tulus seorang pekerja keras, dan keindahan berbagi yang bisa mengubah suasana hati bahkan memberi secercah harapan. Mungkin, kisah sederhana ini bisa menjadi cermin untuk kita semua, adakah kesempatan kecil hari ini di sekitar kita untuk menciptakan "momen dua menit" yang berarti bagi orang lain?







